GOTONG ROYONG SEBAGAI PENGAMALAN PANCASILA

Gotong Royong

Jombang, (16/10) Ro’an atau gotong royong merupakan tradisi masyarakat yang sarat akan makna. Kegiatan yang dilakukan secara suka rela dan mencakup beberapa individu yang saling bahu membahu dengan tujuan meringankan, memudahkan serta memperlancar pekerjaan. Hal ini juga mengimplementasikan pancasila yang nomor tiga yakni “persatuan Indonesia”.

Sikap gotong royong tersebut seharusnya dimiliki oleh semua elemen atau lapisan masyarakat Indonesia. Tak terlepas juga di pesantren yang dihuni oleh para santri. Istilah yang masyhur dikalangan pesantren untuk menyebut gotong royong adalah ro’an. Sebenarnya tak ada yang berbeda antara ro’an dengan gotong royong selain penyebutannya saja.

Ro’an ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap solidaritas, toleransi, suka menolong, dan membuang sikap sombong. Karena jika sudah ro’an maka tak ada yang membedakan antara satu dengan yang lainnya karena tujuannya satu dan sama.

Banyak cara yang bisa dilakukan dalam bergotong royong, seperti yang dilakukan oleh para santri Pondok Pesantren Babussalam pada hari Rabu (16/10) yakni ikut serta membangun tempat wudhu masjid yang dilakukan bersama masyarakat sekitar.

Tak ada paksaan apapun yang mendorong mereka untuk melakukan kegiatan tersebut, hanya kesadaran masing-masing dan mengharapkan barokah pondok. Hal ini diharapkan santei bisa mengambil nilai-nilai positif dalam kegiatan tersebut guna diamalkan kelak ketika sudah terjun langsung dimasyarakat masing-masing.